Kamu pernah ngeliat atau ngalamin suatu hal yang tampaknya bukan kejadian yang 'wah' tapi hal itu membuat kamu tersenyum sepanjang hari, atau bahkan membuat mata berkaca-kaca, terharu ?
Pernah ? saya yakin kamu pernah.
Atau setidaknya saya pernah..
Suatu kali saya melihat seorang polantas sedang menyebrangkan seorang nenek.
Tak ada yang menyolok dari proses menyebrang itu. Berjalan normal-normal saja. Pak polantas mengantar nenek itu selamat sampai seberang.
Saya tidak tau, apakah orang lain di sekitar lampu merah yang melihat kejadian itu ikut berkaca-kaca seperti saya atau tidak. Tak tau kenapa perasaan saya buncah saat itu.
Ah, kebahagiaan itu mungkin sederhana.
Melihat wajah senang sang nenek yang menggandeng erat pak polantas, bercakap akrab, keliatannya pak polantas itu santun sekali, membuat saya senang. Bahagia sepanjang hari. Tersenyum sepanjang perjalanan. Entahlah..
Bahkan saat menulis postingan ini, saya kembali terharu..
Begitu pun saat ingatan tentang kejadian itu melintas kembali.
Saya percaya kebaikan itu menular. Sekecil apapun kebaikan yang kamu lakukan, akan menular pada orang lain. Bisa jadi orang lain ikut melakukan kebaikan yang sama atau kebaikan lain yang lebih besar.
Bisa jadi kebaikan yang kamu lakukan menularkan kebahagiaan bagi orang lain. Dan kebahagiaan itu masih tetap terasa walau telah berlalu lama.
Ya, kebahagiaan itu memang sederhana. Taukah kamu, kesederhanaan dekat dengan ketulusan, ketulusan dekat pula dengan air mata. Air mata tak jauh dari kesedihan, juga kebahagiaan.
Dulu saya tidak mengerti, kenapa ada seoarang ibu menangis terharu cuma karena anaknya naik kelas.
Wajar dong. Orang sekolah, terus naik kelas. Biasa aja tuh !
Tapi hal yang menurut kita biasa-biasa aja, tidak penting, bisa berarti sebaliknya bagi orang lain.
Jadi jangan menyepelekan kalau nanti ada temenmu yang panik, menangis sedih sekali, 'cuma' karena kehilangan sebatang pensil lusuh, yang sudah pendek dan tidak bisa digunakan lagi, yang mungkin harganya cuma beberapa ribu perak, dan biasanya selalu disimpan dengan baik di kotak pensilnya.
Kamu tidak tau kan kalau itu hadiah terakhir dari ayahnya sebelum meninggal..
Yang menurut kita tak berharga, bisa jadi sangat berarti bagi seseorang.
Allah selalu punya cara memberi 'kejutan' untuk masing-masing hambanya :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tolong pertimbangkan hati nurani saya (˛•̃ •̃)/\(•̃ •̃¸)