Tau rasanya merindu itu seperti apa ?
Pelaku romansa pasti lebih fasih menerjemahkan kata itu.
Bagaimana ya menjelaskannya...
Pokoknya saat ini saya tau saya sedang merindu. Gitu aja deh !
Rindu, Rindu..
Bukan rindu versi pujangga memang, cuma rindu saja.
Rindu pertanyaan-pertanyaan tak penting yang sering berputar di pikiran saya waktu kecil dulu.
Ah, kenapa pertanyaan tak penting mulai jarang terpikirkan lagi ya ?
Jaman belia dulu, rasanya ada saja pertanyaan yang muncul.
Sambil minum es, mikir..
"kenapa es itu dingin ya ?"
"siapa yang menemukan kata dingin ?"
"kenapa dingin disebut dingin ya ?"
Makan arum manis, mikir...
"kenapa namanya arum manis ?"
"emang si arum siapa ? dipuji manis mulu"
"kenapa bentuknya kya' kapas gini ?"
"itu yang bikin mesin pembuatnya siapa ?"
"bapak yang jual namanya siapa ?"
"tinggalnya dimana ?"
Pakai sendal, mikir..
"kenapa yang namanya sendal dipakai di kaki ya ?"
"kenapa namanya bukan sarung kaki aja ? biar klop ama sepupunya si sarung tangan"
"kenapa talinya harus di sela-sela jempol ?" (waktu kecil doyannya cuma model sendal jepit)
"dan kenapa Cinderella makenya sepatu kaca ? pake sendal jepit aja kan kaga bakal ribet acara ketinggalan sepatu"
dan.. bla bla bla..
Beranjak dari tiap-tiap tahun yang menambah usia........
Apa makin kesini bisa mengikis sedikit demi sedikit kepedulian akan hal-hal kecil ?
Apa memang begitu cara kerjanya ? Cara berpikir semakin rumit, atau mungkin sengaja dibuat rumit ?
Dulu 'pertanyaan tak penting' bisa seliweran sesukanya, pertanyaan dasar yang mungkin jawabannya bakal susah.
Sekarang malah mungkin kebalikannya, jawaban bisa jadi mudah, tapi dipersulit dengan beragam pertimbangan.
Apa salah timbangan dalam hal ini ??
Terlepas dari itu,
Bastian CJ apa kabar ya ?? hihiiiii
#np cowboy junior - kamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tolong pertimbangkan hati nurani saya (˛•̃ •̃)/\(•̃ •̃¸)